Latest Entries »

3/25/2010

Ciri-Ciri Profesionalisme di Bidang TI dan Kode Etik Profesional Pada Seorang TI

Etika merupakan suatu cabang filosofi yang berkaitan dengan apa saja yang dipertimbangkan baik dan salah. Ada beberapa definisi mengenai etika antara lain :
  • Kode moral dari suatu profesi tertentu
  • Standar penyelenggaraan suatu profesi tertentu
  • Persetujuan diantara manusia untuk melakukan yang benar dan menghindari yang salah.
Salah satu yang harus dipahami adalah bahwa apa yang tidak etis tidak berarti illegal. Dalam lingkungan yang kompleks, definisi benar dan salah tidak selalu jelas. Juga perbedaan antara illegal dan tidak beretika tidak selalu jelas.

3/15/2010

Cybercrime

Perkembangan Internet dan umumnya dunia cyber tidak selamanya menghasilkan hal-hal yang postif. Salah satu hal negatif yang merupakan efek sampingannya antara lain adalah kejahatan di dunia cyber atau, cybercrime. Hilangnya batas ruang dan waktu di Internet mengubah banyak hal. Seseorang cracker di Rusia dapat masuk ke sebuah server di Pentagon tanpa ijin. Salahkah dia bila sistem di Pentagon terlalu lemah sehingga mudah ditembus? Apakah batasan dari sebuah cybercrime? Seorang yang baru “mengetuk pintu” (port scanning) komputer anda, apakah sudah dapat dikategorikan sebagai kejahatan? Apakah ini masih dalam batas ketidak-nyamanan (inconvenience) saja? Bagaimana pendapat anda tentang penyebar virus dan bahkan pembuat virus? Bagaimana kita menghadapi cybercrime ini? Bagaimana aturan / hukum yang cocok untuk mengatasi atau menanggulangi masalah cybercrime di Indonesia? Banyak sekali pertanyaan yang harus kita jawab.

Contoh kasus di Indonesia

Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain. Salah satu kesulitan dari sebuah ISP (Internet Service Provider) adalah adanya account pelanggan mereka yang “dicuri” dan digunakan secara tidak sah. Berbeda dengan pencurian yang dilakukan secara fisik, “pencurian” account cukup menangkap “userid” dan “password” saja. Hanya informasi yang dicuri. Sementara itu orang yang kecurian tidak merasakan hilangnya “benda” yang dicuri. Pencurian baru terasa efeknya jika informasi ini digunakan oleh yang tidak berhak. Akibat dari pencurian ini, penggunan dibebani biaya penggunaan acocunt tersebut. Kasus ini banyak terjadi di ISP. Namun yang pernah diangkat adalah penggunaan account curian oleh dua Warnet di Bandung.
Membajak situs web. Salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh cracker adalah mengubah halaman web, yang dikenal dengan istilah deface. Pembajakan dapat dilakukan dengan mengeksploitasi lubang keamanan. Sekitar 4 bulan yang lalu, statistik di Indonesia menunjukkan satu (1) situs web dibajak setiap harinya. Hukum apa yang dapat digunakan untuk menjerat cracker ini?


3/03/2010

Etika dan Profesi TI

Mengapa Perlu Kode Etik Profesi TI ?
Kita memiliki kebanggaan pada pekerjaan kita dan ingin pekerjaan kita diberikan pengakuan dan rasa hormat. Kita ingin melindungi mata pencaharian kita. Komputer memiliki potensi untuk menghasilkan manfaat yang positif maupun dampak yang negatif atau mempengaruhi ke arah yang positif maupun negatif.

Etika Profesional Komputer
Secara umum, perilaku etis yang diharapkan dari para profesional komputer :
Jujur dan adil, memegang kerahasiaan, memelihara kompetensi profesi, memahai hukum yang terkait, menghargai dan melindungi kerahasiaan pribadi, menghindari kerugian pihak lain, dan menghargai hak milik.
Berbagai contoh kode etik profesi komputer :
1. IEEE-CS/ACM (Software Engineering Code of Ethics and Professional Practice) (http://www.acm.org/about/se-code).
2. ACM Code of Ethics and Professional Conduct (http://www.acm.org/about/code-of-ethics).
3. British Computer Society Code of Conduct and Code of Good Practice (http://www.bcs.org/upload/pdf/conduct.pdf dan http://www.bcs.org/upload/pdf/cop.pdf).

Pedoman Tambahan untuk Profesional TI
1. Pahami apa itu keberhasilan : Pengembangan dan penggunaan sistem komputer harus melihat keberhasilan dan sebagai suatu yang melampaui sekedar penulisan kode program.
2. Kembangkan untuk pengguna : Untuk menghasilkan sistem yang berguna dan aman, pengguna harus dilibatkan dalam tahap-tahap pengembangan sistem.
3. Rencanakan dan jadwalkan secara seksama : Memperhatikan kedetilan, lakukan dengan se
ksama dan hati-hati sewaktu membuat perencanaan dan penjadwalan proyek serta
sewaktu membuatkan penawaran.
4. Mengkaji penggunaan kembali perangkat lunak : jangan mengansumsikan bahwa perangkat lunak yang sudah ada aman dan dapat digunakan kembali.
5. Melindungi : Perlu jaminan yang meyakinkan akan keamanan sistem.
6. Jujur : Jujur dan terbuka mengenai kemampuan, keamanan, keterbatasan dari perangkat lunak.

1/01/2010

Telematika "Sejarah Opensolaris"


Sejarah Opensolaris dari berbagai sumber memang tak lepas dari sejarah UNIX pada mulanya. Pada tahun 1969, Ken Thompson di Lab AT&T Bell menulis versi pertama dari sistem operasi UNIX. UNIX dari awal memang dirancang untuk multitasking dan multiuser dengan interaktif shell yang masih terlihat akrab untuk pengguna UNIX dan Linux sampai hari ini. Selama beberapa tahun, Ken Thompson dan Dennis Ritchie terus menyempurnakan UNIX, yang umumnya digunakan di dalam Lab AT&T Bell. Namun, pada pertengahan akhir tahun 1970-an, UNIX versi 6 dan 7 didistribusikan cukup banyak dan digunakan di berbagai instansi pemerintah dan akademik, termasuk Universitas California di Barkeley. Karena licensi nya yang ringan pada awal versi AT&T’s UNIX, organisasi lainnya secara signifikan mulai mengubah dan ikut meningkatkan sistem operasi tersebut. Project inilah yang menyebabkan beberapa cabang utama UNIX, dan yang paling relevan dengan Opensolaris adalah keluarga BSD (Barkeley Software Distribution).

12/31/2009

Supply Chain Management Biskuit Kaleng


KSIL2

Gambar Lebih Jelasnya Klik Disini

Gambar Diatas merupakan Supply Chain Management Biskuit Kaleng menurut logika saya......

Dimana pada awalnya bahan-bahan dikirim dari beberapa pabrik suplier dan setelah itu diolah di pabrik biskuit kaleng lalu di distribusikan ke beberapa supermarket sehingga konsumen dapat membelinya dari supermarket tersebut......

11/26/2009

Open Service Gateway Initiative (OSGI)


The OSGi Alliance (sebelumnya dikenal sebagai Open Services Gateway inisiatif, sekarang nama kuno) adalah sebuah organisasi standar terbuka yang didirikan pada Maret 1999. Aliansi dan anggota-anggotanya telah ditentukan sebuah layanan berbasis Java platform yang dapat dikelola dari jarak jauh. Inti bagian dari spesifikasi adalah suatu kerangka kerja yang mendefinisikan aplikasi model manajemen siklus hidup, sebuah layanan registry, sebuah lingkungan Eksekusi dan Modul. Berdasarkan kerangka ini, sejumlah besar OSGi layers, API, dan Jasa telah ditetapkan.
Kerangka kerja yang OSGi sistem modul untuk Java yang lengkap dan mengimplementasikan sebuah model komponen dinamis, sesuatu yang tidak ada di Java standalone / VM lingkungan. Aplikasi atau komponen (datang dalam bentuk bungkusan untuk penyebaran) dapat jarak jauh diinstal, mulai, berhenti, diperbarui dan dihapus tanpa memerlukan reboot; pengelolaan paket Jawa / kelas ditentukan dengan sangat rinci. Manajemen siklus hidup dilakukan melalui API yang memungkinkan untuk men-download jauh kebijakan manajemen. Registri layanan memungkinkan berkas untuk mendeteksi penambahan layanan baru, atau penghapusan layanan, dan beradaptasi sesuai.
Asli layanan fokus pada penerapan gateway tapi ternyata jauh lebih luas. Spesifikasi OSGi yang sekarang digunakan dalam aplikasi mulai dari ponsel ke open source Eclipse IDE. Wilayah aplikasi lain meliputi mobil, otomasi industri, otomatisasi bangunan, PDA, komputasi grid, hiburan (misalnya iPronto), armada manajemen dan aplikasi server.